Text
Kisah Dewi Wasowati
Ada seorang raja bernama Prabu Aji Pramosa. Prabu Aji Pramosa terkenal sebagai raja yang keras kepala, garang, dan tidak mau tunduk kepada raja-raja dari negeri lain. Meskipun demikian, senyum dikulum masih selalu mewarnai bibirnya. Jika ditanya, Prabu pasti menjawab.
Akan tetapi, sejak kehadiran Kiai Jamur, kehidupan Prabu Aji Pramosa tampak tidak tenteram. Prabu terlihat gelisah, mudah marah, dan tidak sedikit pun senyum mewarnai bibirnya.
“Akhir-akhir ini Prabu tampak aneh,” kata seorang punggawa.
”Ya, menurutku juga ada keanehan yang terjadi pada diri Prabu,” timpal punggawa yang lain.
”Keanehan apa, ya?” tanya punggawa yang lain pula.
”Jika ditanya, Prabu sering tidak menjawab. Kalau pun menjawab, jawaban Prabu amat judes. Gerangan apa yang terjadi?”
“Aku juga belum tahu persis penyebabnya.”
”Ah, peduli apa. Kita sebagai punggawa tidak usah terlalu dalam mencampuri urusan Prabu.”
Dewi Wasowati
2
“Ya, sesungguhnya aku tidak ingin mencampuri urusan Prabu, khususnya urusan pribadi Prabu. Namun, sebagai punggawa, aku harus tahu apa yang terjadi pada diri Prabu.”
“Sudahlah tidak usah kita pikirkan. Sekarang kita istrahat.”
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain