Mengajak Anak Untuk Selalu Menghemat Energi

Pembelajaran ekoliterasi kelas 4 bulan Oktober ini mengambil tema Menjadi Generasi yang Mampu Mengoptimalkan Energi. Tema tersebut diambil untuk mensukseskan program pemerintah dalam mewujudkan visi energi 2525. Yang mana pada tahun 2025 nanti, 25% dari total pasokan listrik dihasilkan dari sumber energi terbarukan.

Bu Ami mengawali aktfitas belajar mengajar dengan materi manfaat menghemat energi listrik. “Selain menghemat biaya, menggunakan energi secukupnya dapat menghindarkan kita dari ancaman krisis energi. Kita harus selalu bersyukur dapat menikmati listrik 24 jam sehari. Masih banyak masyarakat di daerah pelosok & pulau terluar yang belum teraliri listrik.” Ucap Bu Ami di depan anak-anak.

Bu Ami menunjukkan fungsi & cara kerja energi

Miniatur pembangkit listrik tenaga air

Cahya Purnama atau biasa disapa Pak Cahya memperagakan cara kerja salah satu contoh pembangkit listrik terbarukan. “Selama ini, kita hanya menggunakan listrik namun tidak sempat berpikir darimana asal listrik yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Miniatur ini merupakan salah satu contoh pemanfaatan arus air sebagai sumber energi ramah lingkungan.” Seru Pak Cahya menarik rasa penasaran anak-anak. “Bahan yang digunakan untuk membuat pembangkit listrik sederhana ini adalah sebuah dinamo kecil yang diambil dari komponen mainan mobil-mobilan. Arus air memutar turbin sehingga menggerakkan dinamo. Dinamo tersebut mengkonversi tenaga gerak menjadi listrik yang dapat menyalakan lampu peraga.” Ujar pembina pokja energi tersebut sembari menunjukkan komponen penyusun miniatur PLTA kepada anak-anak. Suasana mendadak riuh dengan celotehan anak-anak. Mereka terlihat gembira saat lampu peraga berhasil menyala.

Proses pemasangan instalasi miniatur PLTA

Sebelum pembelajaran ditutup, anak-anak diberi tantangan oleh Bu Ami menghemat energi listrik dalam satu hari. Semakin sedikit dan bijak dalam menggunakan listrik, maka semakin bagus.

Hana Ayudah selaku Kepala Sekolah berharap, kedepannya Peserta Didik Mupat mampu menjadi generasi yang dapat mengoptimalkan potensi Energi Terbarukan di Indonesia. Menurutnya, Sekolah Dasar merupakan tempat belajar yang ideal bagi Peserta Didik dalam memahami pentingnya energi sebagai kelangsungan hidup. SD Muhammadiyah 4 sendiri memiliki banyak program pembelajaran praktik agar anak-anak memiliki pengalaman belajar yang berkesan. “Pada saat kelas 3, anak-anak juga sempat membuat proyek energi listrik dari umbi kentang. Saat menginjak kelas 6, proyek percobaannya menjadi semakin terfokus kearah energi terbarukan.” Tambahnya.

Saduran dari laman Mupat Ecopost

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *