History

Awal Mula Berdiri

SD Muhammadiyah 4 berdiri pada bulan Januari 1964 di Dusun Sudimoro, Desa Mojolangu. Didirikan oleh beberapa tokoh Muhammadiyah yang ada di dusun Sudimoro dengan nama SD Muhammadiyah 19 Sudimoro. Pada saat itu Desa Mojolangu didiami masyarakat yang heterogen, baik dari segi ekonomi, agama, sosial, hingga pendidikan. Masyarakat di desa tersebut juga belum begitu maju. Atas dasar itulah tokoh-tokoh Muhammadiyah yang mendiami Dusun Sudimoro berhasrat mendirikan sebuah sekolah yang berkualitas, dengan harapan masyarakat Mojolangu dapat mengenyam Pendidikan yang lebih baik.

Berpindah Pengelolahan

Selang beberapa waktu berjalan, Sekolah Muhammadiyah 19 Sudimoro masuk dalam binaan Muhammadiyah Cabang Blimbing. Namun dalam perjalanannya masuk ke dalam kecamatan Lowokwaru yang baru dibentuk setelah Pemerintahan Kota Malang melakukan pemekaran Kecamatan. Imbasnya, SD Muhammadiyah 19 kemudian diserahkan pembinaannya dari Perserikatan Wilayah Muhammadiyah Blimbing menuju Perserikatan Wilayah Muhammadiyah lowokwaru.

Memiliki 2 Kampus

Seiring perjalanannya waktu, gedung sekolah semakin menjulang tinggi demi mengakomodasi jumlah Peserta Didik semakin meningkat. Penambahan jumlah lantai hanya satu-satunya opsi dalam mengelolah lahan tanah seluas 396 m2. Setelah melakukan berbagai diskusi baik dengan Staff & Pengajar hingga perwakilan Orang Tua, maka diputuskan untuk mencari lahan tanah baru yang dapat mendukung kegiatan belajar mengajar menjadi lebih maksimal. Saat itu SD Muhammadiyah 4 mendapatkan lahan seluas 1804 m2 atau 4 kali lebih luas dari kampus 1. Dengan kontur lereng & tepat berada di samping daerah aliran sungai, Kampus 2 bertransformasi menjadi kampus alam yang sejuk & nyaman dalam proses kegiatan belajar mengajar. Secara bertahap dari tahun 2016, telah dimulai kegiatan belajar mengajar di Kampus II. Saat ini kampus 2 telah memiliki 10 kelas, Unit Kesehatan Sekolah, koperasi, Mushollah, laboratorium IPA, ruang guru, ruang kepala sekolah, lapangan olahraga, ruang administrasi, ruang perpustakaan, hingga rumah dinas. Meskipun telah memiliki lokasi baru yang lebih luas, kegiatan belajar mengajar khususnya Peserta Didik tingkat bawah yaitu kelas 1 hingga 3 mengajar masih berada di Kampus 1. Renovasi & penambahan fasilitas juga terus ditambah disana hingga saat ini.